“Hai. . .
kenalin namaku Grace, aku duduk dibangku kelas 2 SMA”. Pagi ini seperti pagi
biasa aku berangkat sekolah bersama sahabat karibku. Ketika kami sampai
disekolah kami langsung menuju kelas masing-masing, karena kami ga sekelas. Dan
sesampainya dikelas aku langsung duduk di bangkuku. Aku merasa agak heran
dengan kelasku yang biasanya ramai, sekarang malah tampak begitu sepi, dan
biasanya kalau aku sampai disekolah aku langsung disambut sahabat-sahabatku. Aku
jadi bingung. . .
Akhirnya
bel istirahat pun berbunyi aku pun langsung pergi ke kantin seorang diri karena
sahabatku ga ada yang mau bicara denganku. Dan pada saat di kantin akupun ngeliat
Nanda, dia adalah cowo yang udah aku taksir dari awal sekolah dulu, tepatnya
waktu MOS. Dia tu orangnya cakep, tinggi, baik n pastinya smart. Awalnya aku
ketemu dia waktu MOS dulu dia baris pas banget di sebelah aku dan awalnya aku
ga sadar ada dia disebelah aku dan waktu aku ga sengaja ngeliat dia, aku
langsung suka sama dia. Apalagi waktu MOS aku sempat jatuh dan luka, dia
bener-bener baik mau nolong aku dan membopong aku ke UKS. Tapi harapan aku bisa
deket sama dia sirnah seketika karena dia udah punya cewe dan aku juga ga mau
ngerusak hubungan dia. Yah seperti pepatah, karena cinta ga harus memiliki kan,
tapi biarpun gitu aku udah bahagia kalo liat dia aja.
Aku
masih bingung dengan sahabat-sahabatku kemana sih mereka kenapa mereka ngilang gitu aja waktu
jam istirahat. Banyak pertanyaan yang pengen aku tanyain ke mereka semua. Tapi
setiap aku deketin mereka mereka malah pergi dan nyuekin aku. Aku bener-bener
bingung mereka semua tu kenapa sih ??? Bel pulang pun berbunyi dan aku langsung
bergegas pulang kerumah. Tiba-tiba aja aku langsung dicegat sama
sahabat-sahabatku. Aku bener-bener bingung kenapa mereka nyegat aku ??? “HAPPY
BIRTHDAY, SWEET SEVENTEN Grace” kata sahabat-sahabatku. Aku pun baru sadar
ternyata ini adalah hari ulang tahun aku yang ketujuh belas tahun. Merekapun
langsung melempari aku tepung dan telur. Aku malu banget karena muka aku penuh
tepung n telur “iiuhh” kataku dalam hati. Tapi aku bahagia karena sahabatku
selalu sayang padaku. Lalu setelah aku lelah berlari tiba-tiba aja mata aku
ditutup oleh Fanny sahabat aku dan aku langsung dibawa mereka semua kesuatu
tempat. Dan pada saat aku buka mata aku terkejut ngeliat Steven ada didepan aku
sambil bawa kue ulang tahun. Aku masih bingung dan tiba-tiba aja Steven
langsung bilang “Grace, aku sayang sama kamu, aku bener-bener udah ga bisa lagi
nahan perasaan aku ke kamu, kamu mau ga jadi orang yang nempatin sisi hati aku
yang kosong ini ???” katanya. Haah aku
bener-bener terkejut dia nembak aku. Aku bener-bener bingung harus jawab
apa. “Grace kalo kamu mau nerima aku potongan kue pertama ini kamu kasi ke aku
dan kalo kamu nolak aku kue potongan pertama kamu buang aja” katanya padaku.
Dan setelah tiup lilin, aku langsung memotong kue dan. . . aku bener-bener ga
tau harus jawab apa, aku bingung. Kenapa dia harus suka sama aku ? Padahal dia
bisa dapet cewe yang lebih baik dari aku, karena dia baik, tampan, tinggi,
putih dan selalu menjadi juara. Aku bingung mau menjawab apa, dan akhirnya
berkat adanya dorongan dari teman-temanku aku akhirnya memberikan kue itu
kepadanya. Yah aku menerimanya, dan dengan refleks dia langsung memelukku dan
ga sadar kalo bajuku penuh tepung dan telur. Tapi kami hanya tersenyum melihat
itu, sedangkan sahabat-sahabat aku langsung bersorak sorai melihat kami
“Ciieehhh” kata mereka. Akupun resmi mempunyai pacar, pacar pertamaku diumur
yang ketujuh belas tahun.
Tapi
sebenarnya aku belum sepenuhnya mencintai Steven karena aku masih memendam rasa
ke Nanda tapi aku akan berusaha untuk mencintai Steven dan melupakan Nanda.
Beberapa minggu kami jadian aku mulai mencintai Steven karena dia begitu
perhatian dan tulus mencintaiku. Dia tidak pernah marah karena aku ga pernah
bisa buat malam mingguan sama dia. Aku juga jadi sadar dan ngerti apa arti
cinta yang sebenarnya, bukan seperti perasaanku ke Nanda yang ternyata aku suka
sama dia bukan cinta.
Saat
bel pulang sekolah berbunyi tiba-tiba aja aku dikejutkan oleh sahabatku Karina
yang tiba-tiba nyegat aku dan bilang “Grace, kamu tega banget sih sama aku, aku
ini sahabat kamu kenapa kamu ngerebut Steven dari aku. Apa kamu ga sadar selama
ini aku tu suka sama Steven dan aku juga tau kamu bukannya suka sama Nanda”
katanya kasar padaku. “Terus kenapa kamu baru bilang ke aku sekarang ?? Kenapa
ga dari waktu kami belum jadian ?? Aku jadi bingung sama kamu” kataku sambil
menahan perih karena sahabatku sendiri suka sama cowo aku. Tiba-tiba aja dari
belakang muncul Steven dia langsung marah-marah kepadaku. Ternyata dia
mendengar omongan Karina yang bilang kalo aku suka Nanda. Dan akhirnya aku
bertengkar hebat dengan dia dan akhirnya aku berkata “Yah udah mendingan kita
putus aja” kata itu langsung aja meluncur dari bibirku. Sebenarnya aku memang
sengaja berkata itu agar hubunganku dengan sahabatku Karina tidak pecah karena
cinta aku ga mau kami bertengkar hanya karena cowo. Bagiku persahabatan lebih penting
daripada cinta. Tapi sebenarnya cinta juga penting, tergantung dari bagaimana
cara kita membina hubungan itu. Pada saat itu aku langsung saja pergi dan tidak
menghiraukan mereka berdua. Aku langsung menuju kantin sekolah yang sepi dan
tiba-tiba aja Nanda mendatangiku. Dan dia berkata “Apa kata Karina tadi betul ?
Apa kamu benar suka sama aku ?” Aku bingung harus bilang apa ke Nanda. Aku
hanya diam saja, dan lalu aku minta maaf ke Nanda, karena aku ga bermaksud
bikin dia terkejut. Beberapa minggu setelah kejadian itu hubungan kami pun
bertambah dekat. Dan teman-temanku mulai menjauhiku karena menganggapku sebagai
orang yang suka mempermainkan laki-laki dan ditambah lagi Karina mengumbar
kebohongan kemereka semua. Hatiku sakit melihat Karina seperti itu padahal aku
sudah mengorbankan perasaanku. Aku
sering bercerita kepada Nanda tentang sikap Karina kepadaku.
Hingga
pada suatu hari pada saat pulang sekolah Nanda nembak aku. “Grace, setelah
beberapa minggu kita sering bersama aku mulai sadar kalo aku mulai jatuh cinta
sama kamu. Kamu mau ga jadi cewe aku ???” katanya padaku. Ini memang salahku
karena aku ga pernah jujur sama dia kalo aku udah cinta sama Steven. “Nan, aku
minta maaf. Aku ga bisa nerima kamu. Bukannya kamu udah punya cewe ya ???”
sahutku padanya. “Ga Grace udah 2 bulan yang lalu aku putus sama Anggun”
katanya padaku. “Maaf aku ga bisa Nan, sebenernya semenjak aku jadian sama
Steven aku udah sayang sama dia. Jujur dulu aku emang suka sama kamu. Tapi itu
hanya sebatas suka bukan cinta. Dan sekarang aku baru tau cinta dan suka itu
adalah hal yang berbeda. Maaf. . .” kataku. “Iia ga pa pa kok Grace, tapi sikap
kamu ke aku jangan berubah ya karena aku masih ingin jadi sahabat kamu, teman
curhat kamu. Teman yang selalu ada buat kamu “. “Iya itu pasti, karena aku ga
mau kehilangan sahabat seperti kamu” kataku kepadanya. Kami berdua pun saling
tersenyum.
Keesokan
harinya Karina kembali mengumbar gosip bohong kepada sahabat-sahabatku dan juga
Steven. Tidak sengaja aku mendengar omongannya. “Eh tau ga kemaren aku liat
Grace lagi ditembak sama Nanda” katanya
ke sahabat-sahabatku dan Steven. “Ahh masak, trus, trus. . . Dia nolak ato
nerima ???” kata sahabat-sahabatku. “yah jelas diterima dong masak ditolak
secara dari dulu kan Nanda udah ditaksir sama Grace” katanya lagi. Hatiku
hancur melihat sahabat yang aku sayangi dan yang sudah kukorbankan cintaku
untuknya berbuat begitu padaku. Tanpa sadar air mataku pun menetes mendengar
omongannya. Tanpa aku sadari ternyata Nanda ada disebelahku dia langsung
menghapus air mataku. Tiba-tiba dari belakang kami muncul Steven diikuti dengan
sahabat-sahabatku. Seketika aku lihat wajah Steven merah seperti gunung merapi
yang akann meletus. Kami pun langsung tersentak melihat mereka. Dan Steven
dengan membuang pandangan kepadaku seperti jijik melihatku langsung pergi. Aku
sedih melihat mereka semua begitu kepadaku. Nanda pun tidak tahan melihatku
menangis dan dia langsung ingin mencari Steven dan memberitahukan semua bahwa
Karina itu seorang pembohong yang munafik. Tapi aku mencegahnya karena aku
tidak ingin terjadi keributan.
Beberapa hari setelah itu aku bingung kenapa teman-temanku
kembali baik padaku dan Steven pun kembali baik kepadaku sampai suatu hari
Steven nembak aku lagi. “Grace, maafin aku ya, aku ga bermaksud nyakitin kamu.
Aku hanya perih mendengar omongan Karina dan bodohnya aku malah mempercayainya.
Maafin aku. . . Grace kamu mau ga jadi cewe aku lagi ???” kata Steven padaku.
Akupun hanya mengangguk sambil tersenyum dan Steven langsung memelukku. Karina
pun langsung minta maaf kepadaku sambil menangis. “Grace, maafin aku ternyata
aku emang bodoh kenapa aku nyakitin sahabat aku yang udah ngorbanin perasaanya
buat aku. Maaf Grace. . .” katanya padaku. “Iia aku udah maafin kamu dari dulu
kok sebelum kamu minta maaf sama aku” sahutku. Aku pun langsung memeluknya.
“Kamu emang baik Grace, aku bahagia punya sahabat kayak kamu” katanya sambil
memelukku juga. Dan sahabat-sahabatku yang lain pun langsung memeluk kami juga.
“Ehh tapi aku bingung kenapa kalian udah kembali baik lagi ke aku ??? tanyaku
bingung. “Yah Nanda sudah menceritakan semuanya kepada kami” sahut Steven.
“Ooh, terus Nandanya dimana ???” tanyaku. “Aku disini Grace” sahutnya.
Akupun langsung berlari memeluknya dan
berkata “Terima kasih Nanda kamu emang sahabat sejati aku” kataku padanya. “Iya
Grace” sahutnya padaku. Kini kami menjalin persahabatan sejati. Aku dan Steven
pun menjalin hubungan dengan saling percaya dan saling pengertian.
