Minggu, 25 Agustus 2013

Festival Film Internasional Bentara Budaya

Halo Sahabat :)
Ayo ikuti diskusi & nonton film di Festival Film Internasional Bentara Budaya Bali, acaranya FREE, utk info lebih lanjut bisa chek di www.ffbb2013.wordpress.com, dan tiket masukny dapat diambil @Student Center di Jl. Dr. R Goris dr tgl 23-29 agustus 2013 dari pukul 14.00-18.00 Wita.
Ditunggu yah...
Thanks :)

Senin, 19 Agustus 2013

Cinta dan Persahabatan

                “Hai. . . kenalin namaku Grace, aku duduk dibangku kelas 2 SMA”. Pagi ini seperti pagi biasa aku berangkat sekolah bersama sahabat karibku. Ketika kami sampai disekolah kami langsung menuju kelas masing-masing, karena kami ga sekelas. Dan sesampainya dikelas aku langsung duduk di bangkuku. Aku merasa agak heran dengan kelasku yang biasanya ramai, sekarang malah tampak begitu sepi, dan biasanya kalau aku sampai disekolah aku langsung disambut sahabat-sahabatku. Aku jadi bingung. . .
          Akhirnya bel istirahat pun berbunyi aku pun langsung pergi ke kantin seorang diri karena sahabatku ga ada yang mau bicara denganku. Dan pada saat di kantin akupun ngeliat Nanda, dia adalah cowo yang udah aku taksir dari awal sekolah dulu, tepatnya waktu MOS. Dia tu orangnya cakep, tinggi, baik n pastinya smart. Awalnya aku ketemu dia waktu MOS dulu dia baris pas banget di sebelah aku dan awalnya aku ga sadar ada dia disebelah aku dan waktu aku ga sengaja ngeliat dia, aku langsung suka sama dia. Apalagi waktu MOS aku sempat jatuh dan luka, dia bener-bener baik mau nolong aku dan membopong aku ke UKS. Tapi harapan aku bisa deket sama dia sirnah seketika karena dia udah punya cewe dan aku juga ga mau ngerusak hubungan dia. Yah seperti pepatah, karena cinta ga harus memiliki kan, tapi biarpun gitu aku udah bahagia kalo liat dia aja.
          Aku masih bingung dengan sahabat-sahabatku kemana sih  mereka kenapa mereka ngilang gitu aja waktu jam istirahat. Banyak pertanyaan yang pengen aku tanyain ke mereka semua. Tapi setiap aku deketin mereka mereka malah pergi dan nyuekin aku. Aku bener-bener bingung mereka semua tu kenapa sih ??? Bel pulang pun berbunyi dan aku langsung bergegas pulang kerumah. Tiba-tiba aja aku langsung dicegat sama sahabat-sahabatku. Aku bener-bener bingung kenapa mereka nyegat aku ??? “HAPPY BIRTHDAY, SWEET SEVENTEN Grace” kata sahabat-sahabatku. Aku pun baru sadar ternyata ini adalah hari ulang tahun aku yang ketujuh belas tahun. Merekapun langsung melempari aku tepung dan telur. Aku malu banget karena muka aku penuh tepung n telur “iiuhh” kataku dalam hati. Tapi aku bahagia karena sahabatku selalu sayang padaku. Lalu setelah aku lelah berlari tiba-tiba aja mata aku ditutup oleh Fanny sahabat aku dan aku langsung dibawa mereka semua kesuatu tempat. Dan pada saat aku buka mata aku terkejut ngeliat Steven ada didepan aku sambil bawa kue ulang tahun. Aku masih bingung dan tiba-tiba aja Steven langsung bilang “Grace, aku sayang sama kamu, aku bener-bener udah ga bisa lagi nahan perasaan aku ke kamu, kamu mau ga jadi orang yang nempatin sisi hati aku yang kosong ini ???” katanya. Haah aku  bener-bener terkejut dia nembak aku. Aku bener-bener bingung harus jawab apa. “Grace kalo kamu mau nerima aku potongan kue pertama ini kamu kasi ke aku dan kalo kamu nolak aku kue potongan pertama kamu buang aja” katanya padaku. Dan setelah tiup lilin, aku langsung memotong kue dan. . . aku bener-bener ga tau harus jawab apa, aku bingung. Kenapa dia harus suka sama aku ? Padahal dia bisa dapet cewe yang lebih baik dari aku, karena dia baik, tampan, tinggi, putih dan selalu menjadi juara. Aku bingung mau menjawab apa, dan akhirnya berkat adanya dorongan dari teman-temanku aku akhirnya memberikan kue itu kepadanya. Yah aku menerimanya, dan dengan refleks dia langsung memelukku dan ga sadar kalo bajuku penuh tepung dan telur. Tapi kami hanya tersenyum melihat itu, sedangkan sahabat-sahabat aku langsung bersorak sorai melihat kami “Ciieehhh” kata mereka. Akupun resmi mempunyai pacar, pacar pertamaku diumur yang ketujuh belas tahun.
          Tapi sebenarnya aku belum sepenuhnya mencintai Steven karena aku masih memendam rasa ke Nanda tapi aku akan berusaha untuk mencintai Steven dan melupakan Nanda. Beberapa minggu kami jadian aku mulai mencintai Steven karena dia begitu perhatian dan tulus mencintaiku. Dia tidak pernah marah karena aku ga pernah bisa buat malam mingguan sama dia. Aku juga jadi sadar dan ngerti apa arti cinta yang sebenarnya, bukan seperti perasaanku ke Nanda yang ternyata aku suka sama dia bukan cinta.
          Saat bel pulang sekolah berbunyi tiba-tiba aja aku dikejutkan oleh sahabatku Karina yang tiba-tiba nyegat aku dan bilang “Grace, kamu tega banget sih sama aku, aku ini sahabat kamu kenapa kamu ngerebut Steven dari aku. Apa kamu ga sadar selama ini aku tu suka sama Steven dan aku juga tau kamu bukannya suka sama Nanda” katanya kasar padaku. “Terus kenapa kamu baru bilang ke aku sekarang ?? Kenapa ga dari waktu kami belum jadian ?? Aku jadi bingung sama kamu” kataku sambil menahan perih karena sahabatku sendiri suka sama cowo aku. Tiba-tiba aja dari belakang muncul Steven dia langsung marah-marah kepadaku. Ternyata dia mendengar omongan Karina yang bilang kalo aku suka Nanda. Dan akhirnya aku bertengkar hebat dengan dia dan akhirnya aku berkata “Yah udah mendingan kita putus aja” kata itu langsung aja meluncur dari bibirku. Sebenarnya aku memang sengaja berkata itu agar hubunganku dengan sahabatku Karina tidak pecah karena cinta aku ga mau kami bertengkar hanya karena cowo. Bagiku persahabatan lebih penting daripada cinta. Tapi sebenarnya cinta juga penting, tergantung dari bagaimana cara kita membina hubungan itu. Pada saat itu aku langsung saja pergi dan tidak menghiraukan mereka berdua. Aku langsung menuju kantin sekolah yang sepi dan tiba-tiba aja Nanda mendatangiku. Dan dia berkata “Apa kata Karina tadi betul ? Apa kamu benar suka sama aku ?” Aku bingung harus bilang apa ke Nanda. Aku hanya diam saja, dan lalu aku minta maaf ke Nanda, karena aku ga bermaksud bikin dia terkejut. Beberapa minggu setelah kejadian itu hubungan kami pun bertambah dekat. Dan teman-temanku mulai menjauhiku karena menganggapku sebagai orang yang suka mempermainkan laki-laki dan ditambah lagi Karina mengumbar kebohongan kemereka semua. Hatiku sakit melihat Karina seperti itu padahal aku sudah mengorbankan perasaanku.  Aku sering bercerita kepada Nanda tentang sikap Karina kepadaku.
          Hingga pada suatu hari pada saat pulang sekolah Nanda nembak aku. “Grace, setelah beberapa minggu kita sering bersama aku mulai sadar kalo aku mulai jatuh cinta sama kamu. Kamu mau ga jadi cewe aku ???” katanya padaku. Ini memang salahku karena aku ga pernah jujur sama dia kalo aku udah cinta sama Steven. “Nan, aku minta maaf. Aku ga bisa nerima kamu. Bukannya kamu udah punya cewe ya ???” sahutku padanya. “Ga Grace udah 2 bulan yang lalu aku putus sama Anggun” katanya padaku. “Maaf aku ga bisa Nan, sebenernya semenjak aku jadian sama Steven aku udah sayang sama dia. Jujur dulu aku emang suka sama kamu. Tapi itu hanya sebatas suka bukan cinta. Dan sekarang aku baru tau cinta dan suka itu adalah hal yang berbeda. Maaf. . .” kataku. “Iia ga pa pa kok Grace, tapi sikap kamu ke aku jangan berubah ya karena aku masih ingin jadi sahabat kamu, teman curhat kamu. Teman yang selalu ada buat kamu “. “Iya itu pasti, karena aku ga mau kehilangan sahabat seperti kamu” kataku kepadanya. Kami berdua pun saling tersenyum.
          Keesokan harinya Karina kembali mengumbar gosip bohong kepada sahabat-sahabatku dan juga Steven. Tidak sengaja aku mendengar omongannya. “Eh tau ga kemaren aku liat Grace lagi ditembak sama  Nanda” katanya ke sahabat-sahabatku dan Steven. “Ahh masak, trus, trus. . . Dia nolak ato nerima ???” kata sahabat-sahabatku. “yah jelas diterima dong masak ditolak secara dari dulu kan Nanda udah ditaksir sama Grace” katanya lagi. Hatiku hancur melihat sahabat yang aku sayangi dan yang sudah kukorbankan cintaku untuknya berbuat begitu padaku. Tanpa sadar air mataku pun menetes mendengar omongannya. Tanpa aku sadari ternyata Nanda ada disebelahku dia langsung menghapus air mataku. Tiba-tiba dari belakang kami muncul Steven diikuti dengan sahabat-sahabatku. Seketika aku lihat wajah Steven merah seperti gunung merapi yang akann meletus. Kami pun langsung tersentak melihat mereka. Dan Steven dengan membuang pandangan kepadaku seperti jijik melihatku langsung pergi. Aku sedih melihat mereka semua begitu kepadaku. Nanda pun tidak tahan melihatku menangis dan dia langsung ingin mencari Steven dan memberitahukan semua bahwa Karina itu seorang pembohong yang munafik. Tapi aku mencegahnya karena aku tidak ingin terjadi keributan.
          Beberapa hari setelah itu aku bingung kenapa teman-temanku kembali baik padaku dan Steven pun kembali baik kepadaku sampai suatu hari Steven nembak aku lagi. “Grace, maafin aku ya, aku ga bermaksud nyakitin kamu. Aku hanya perih mendengar omongan Karina dan bodohnya aku malah mempercayainya. Maafin aku. . . Grace kamu mau ga jadi cewe aku lagi ???” kata Steven padaku. Akupun hanya mengangguk sambil tersenyum dan Steven langsung memelukku. Karina pun langsung minta maaf kepadaku sambil menangis. “Grace, maafin aku ternyata aku emang bodoh kenapa aku nyakitin sahabat aku yang udah ngorbanin perasaanya buat aku. Maaf Grace. . .” katanya padaku. “Iia aku udah maafin kamu dari dulu kok sebelum kamu minta maaf sama aku” sahutku. Aku pun langsung memeluknya. “Kamu emang baik Grace, aku bahagia punya sahabat kayak kamu” katanya sambil memelukku juga. Dan sahabat-sahabatku yang lain pun langsung memeluk kami juga. “Ehh tapi aku bingung kenapa kalian udah kembali baik lagi ke aku ??? tanyaku bingung. “Yah Nanda sudah menceritakan semuanya kepada kami” sahut Steven. “Ooh, terus Nandanya dimana ???” tanyaku. “Aku disini Grace” sahutnya. Akupun  langsung berlari memeluknya dan berkata “Terima kasih Nanda kamu emang sahabat sejati aku” kataku padanya. “Iya Grace” sahutnya padaku. Kini kami menjalin persahabatan sejati. Aku dan Steven pun menjalin hubungan dengan saling percaya dan saling pengertian.